Monday, April 8, 2013

Konsep Idiologi

1) PENGERTIAN IDEOLOGI
Ideology berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.
Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-cita yang mereka inginkan. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati dan diresapi menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang, maka akan semakin tinggi pula komitmennya untuk melaksanakannya.
secara etimologis (asal-usul bahasa) ideologi berarti ilmu tentang gagasan-gagasan atau ilmu yang mempelajari asal-usul ide. Ada pula yang menyatakan ideologi sebagai seperangkat gagasan dasar tentang kehidupan dan masyarakat, misalnya pendapat yang bersifat agama ataupun politik.
Istilah ideologi terutama dilekatkan dengan aspek politik pemerintahan atau gerakan politik suatu negara. Di Indonesia misalnya, Pancasila diakui sebagai ideologi negara. Pancasila ini terdapat di dalam konstitusi (UUD 1945), tepatnya di dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila, sebab itu, menjadi cara pandang bangsa Indonesia, baik terhadap diri, lingkungan, negara, maupun dunia internasional. Sering kali, jika terjadi konflik antarkelompok di dalam masyarakat, Pancasila dijadikan rujukan untuk memperoleh titik temu. Sosialisasi Pancasila sebagai ideologi negara secara aktif dilakukan pemerintah melalui aneka cara.

2) FUNGSI IDEOLOGI
Setelah mengetahui pengertian ideologi, kita juga harus mengetahui fungsi dari ideologi tersebut. Soerjanto Poespowardojo mengemukakan fungsi ideologi sebagai berikut:
1.Struktur kognitif, yakni keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami kejadian dalam keadaan alam sekitarnya.
2.Orientasi dasar, dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan masyarakat.
3.Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang.
4.Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menentukan identitasnya.
5.Kemampuan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
6.Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati, serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung didalamnya.
Kesimpulan yang bisa ditarik adalah sekalipun pengertian ideologi bervariasi, tetapi jika dicermati sesungguhnya terkandung inti-inti kesamaan. Kesamaan-kesamaannya, yakni ideologi adalah prinsip, dasar, arah, dan tujuan dalam kehidupan. Selain mengetahui pengertian ideologi, kita juga harus mengetahui fungsi ideologi. Ideologi berfungsi mendasari kehidupan masyarakat sehingga mampu menjadi landasan, pedoman, dan bekal serta jalan bagi suatu kelompok, masyarakat, bangsa, dan negara.

3) MACAM-MACAM IDEOLOGI
Ada beberapa jenis ideologi yang terdapat di dunia saat ini, yaitu:
1. Liberalisme
Ideologi ini mengajarkan kebebasan yang mutlak bagi setiap individu. Kebebasan ini didasarkan keyakinan bahwa semua manusia pada dasarnya adalah baik. Schapiro menjelaskan serangkaian prinsip dari Liberalisme yaitu : (1) keyakinan mengenai pentingnya kemerdekaan untuk mencapai setiap tujuan yang diharapkan; (2) semua manusia memiliki hak-hak yang sama di depan hukum yang dimaksudkan bagi kemerdekaan sipil; (3) tujuan utama dari setiap pemerintahan adalah mempertahankan kebebasan, persamaan, dan keaman dari semua warga negara; (4) adanya kebebasan berpikir dan berekspresi; (5) liberalisme yakin akan adanya kebenaran yang obyektif, bisa ditemukan melalui kegiatan berpikir menurut metode riset, eksperimen, dan verifikasi; (6) agama merupakan hal yang harus ditoleransi; (7) liberalisme berpandangan dinamis mengenai dunia, dan; (8) kaum liberal adalah mereka yang idealis (hendak mencapai tujuan) melalui praktek-praktek yang dipertimbangkan.
2. Konservatisme
Ideologi ini mengajarkan tentang manusia yang harus memelihara kondisi yang sudah ada serta menciptakan keadilan.
3. Komunisme
Ideologi ini mnegajarkan bahwa semua manusia adalah sama dan tidak ada hak pribadi, karena semua faktor ekonomi dan produksi dikuasai negara.
4. Marxisme
Ideologi ini mengajarkan dasar-dasar komunisme.
5. Feminisme
Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan persamaan hak antara pria dan wanita dengan cara pemerataan dan kesetaraan gender.
6. Sosialisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa manusia harus saling membantu, karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.
7. Fasisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa peran negara adalah mutlak karena negara diyakini sangat diperlukan dalam upaya menciptakan tatanan kehidupan dalam masyarakat.
8. Kapitalisme
Ideologi ini mengajarkan bahwa individu berhak untuk mendapatkan hak dalam bidang perekonomian. Negara tidak boleh terlibat dalam semua aktivitas perekonomian yang dilakukan individu.
Kapitalisme terdiri atas 3 varian, yaitu Kapitalisme Pedagang, Kapitalisme Produksi, dan Kapitalisme Finansial. Kapitalisme Pedagang (Merchant Capitalism) termasuk jenis Kapitalisme yang paling tua. Kapitalis (pelaku permodalan) menginvestasikan hartanya untuk mencari barang yang langka dan memiliki keuntungan jika diperdagangkan. Investasi tidak harus berupa uang, melainkan dapat termasuk kendaraan, barang kebutuhan primer, barang berharga, dan sejenisnya. Kapitalisme Pedagang menuntut pembukaan pasar yang nantinya akan dilakukan monopoli atasnya.
Kapitalisme Produksi (Production Capitalism) dilakukan oleh Kapitalis yang memiliki alat dan cara produksi. Bentuk yang paling dikenal adalah “pabrik.” Pabrik digunakan untuk memproduksi barang tertentu, untuk kemudian dipasarkan. Untuk memproduksi barang, pemilik pabrik membutuhkan pekerja (labor). Labor ini sekaligus juga konsumen dari barang yang mereka produksi. Barang yang dihasilkan ditukar dengan uang di “pasar” (market). Keuntungan dari penjualan digunakan Kapitalis untuk diinvestasikan ke dalam pabriknya, ataupun pada kegiatan lain. Uang, cara produksi, alat produksi, pasar, profit, dan uang, adalah konsep-konsep kunci untuk menganalisis Kapitalisme Produksi ini.
Kapitalisme Keuangan (Financial Capitalism) merupakan bentuk terbaru dari Kapitalisme. Dalam Kapitalisme Keuangan, modal diinvestasikan bukan ke dalam bentuk barang, tenaga kerja, atau pabrik. Uang diinvestasikan ke dalam sellisih uang. Komoditas produksi Kapitalisme Keuangan adalah saham dan nilai tukar uang (valuta). Pasar dalam kegiatan Kapitalisme Keuangan adalah “bursa efek.” Kapitalisme Keuangan inilah yang kerap menciptakan devaluasi (penurunan) nilai mata uang dunia.
9. Demokrasi
Ideologi ini mnegajarkan bahwa kedaulatan sepenuhnya ada di tangan rakyat.
10. Neoliberalisme
Ideologi ini mengajarkan untuk menciptakan kembali kebebasan individu yang dikatikan dengan terjadinya pasar bebas di dunia internasional.

Ideologi terbagi menjadi dua, yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup.
Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah :
- Ideologi Terbuka
1. Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
3. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
4. Bersifat dinamis dan reformis.
5. Ciri khas ideologi terbuka adalah cita-cita dasar yang ingin diwujudkan masyarakat bukan berasal dar luar masyarakat atau dipaksakan dari elit penguasa tertentu.
6. Terbuka kepada perubahan-perubahan yang datang dari luar, tetapi memiliki kebebasan dan integritas untuk menentukan manakah nilai-nilai dari luar yang mempengaruhi dan mengubah nilai-nilai dasar yang selama ini sudah ada dan manakah yang tidak boleh berubah.
- Ideologi Tertutup
1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2. Bukan berupa nilai dan cita-cita.
3. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
4. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.

4) KETERKAITAN IDEOLOGI DAN AWK
Ideologi juga konsep yang sentral dalam analisis wacana yang bersifat kritis. Hal ini karena teks, percakapan , dan lainnya adalah bentuk dari praktik ideologi atau pencerminan dari ideologi tertentu. Salah satu strategi utamanya dengan membuat kesadaran kepada khalayak bahwa dominasi itu diterima secara taken for granted. Wacana dalam pendekatan semacam ini dipandang sebagai medium melalui mana kelompok yang dominan mempersuasi yang mengkomunikasikan kepada khalayak produksi kekuasaan dan dominasi yang mereka miliki,sehingga tampak absah dan benar.
Kedua,ideologi meskipun bersifat sosial ia digunakan secara internal diantara anggota kelompok atau komunitas.Oleh karena itu,ideologi tidak hanya menggunakan fungsi kordinatif dan kohesi tetapi juga membentuk identitas diri kelompok,membedakan dengan kelompok lain. Ideologi ini bersifat umum,abstrak,dan nilai yang terbagi antara anggota kelompok menyediakan dasar bagaimana masalah harus dilihat. Dengan pandangan semacam ini,wacana lalu tidak dipahami sebagai sesuatu yang netral dan berlangsung secara alamiah,karena dalam setiap wacana selalu terkandung ideologi untuk mendominasi dan berebut pengaruh. Oleh karena itu,analisis wacana tidak bisa menempatkan bahasa secara tertutup, tetapi harus melihat konteks bagaimana,ideologi dari kelompok kelompok yang ada tersebut berperan dalam memebentuk dalam wacana. Misalnya dalam teks berita dapat dianalisis apakah teks yang muncul tersebut pencerminan dari idiologi seseorang, apakah dia feminis,antifeminis,kapitalis,sosialis,dan sebagainya.


Daftar Pustaka

 Yule, G. B. (1996). Analisis Wacana. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

12 comments:

  1. Lisa Wulandari (A1B110036)

    ass..
    Setelah saya membaca, saya hanya ingin meminta kepada kepada kelompok untuk memberikan contoh wacana (baik lisan atau tertulis) yg mencerminkan ideologi tertentu, berdasarkan macam2 ideologi yg telah disebutkan di atas.
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syifa Aulia (A1B110041)
      Saya mencoba memberikan contoh wacana dengan ideologi kapitalisme:
      Ketika ada sebuah berita mengenai kemogokkan kerja buruh sebuah perusahaan rokok. Dalam berita tersebut pengusaha (dominan) sedangkan buruh (tidak dominan). Berita tersebut mengatakan dengan kemogokkan kerja para buruh merugikan perusahaan dengan melakukan demo yang mengakibatkan kemacetan dan kerusakan beberapa bagian, dan memacetkan produksi. Tanpa memaparkan apa yang menyebabkan para guruh tersebut demo dan mogok kerja. Artikel tersebut malah memaparkan berapa besar pertahun pajak yang dibayar perusahaan rokok selama 5o tahun terakhir. Menyatakan bahwa perusahaan korban atas peristiwa ini, mengalami kerugian atas sikap anarkis para buruh, dan perusahaan rokok tersebut telah banyak berjasa dalam membangun negara dan perekenomian rakyat melalui pajak setiap tahun yang dikeluarkannya.
      Nah, pada artikel diatas menurut saya merupakan contoh artikel kapitalisme karena perusahaan yang lebih kuat, sehingga dapat bekerja sama dengan pihak media massa untuk menyampaikan berita yang mendominasikan perusahaan dan memarjinalkan pihak buruh. Sehingga memberikan efek bahwa pihak perusahaan sudah benar, para buruh saja yang salah. Sehingga membatasi pikiran pembaca terhadap hal-hal lain yang menyebabkan mengapa para buruh demo.

      Syifa Aulia (A1B110041)
      Saya mencoba memberikan contoh wacana dengan ideologi feminisme:
      Ketika dulu ada kasus mengenai kekerasan dalam rumahtangga Manohara dengan suaminya. Dalam berita tersebut Monohara (dominan) sedangkan suaminya (tidak dominan). Berita tersebut mengatakan bahwa adanya pembatasan hak untuk bertemu dan berkomunikasi dengan ibunya atau keluarganya di Indonesia, dia mengalami kekerasan di beberapa bagian tubuhnya, dan mengalami penyuntikan hormon agar tubuhnya terlihat lebih berisi dan sehat. Tanpa memaparkan apa yang menyebabkan peristiwa-peristiwa tersebut terjadi, apakah karena cemburu, atau apakah karena .
      Nah, pada artikel diatas menurut saya merupakan contoh artikel feminisme karena pembelaan terhadap perempuan yang lebih kuat dalam artikel tersebut.Mendominasikan Manohara sebagai korban dan memarjinalkan suaminya. Sehingga memberikan efek bahwa Manohara memang benar-benar korban dan benar-benar memerlukan dukungan serta pertolongan pihak-pihak tertentu. perusahaan sudah benar, para buruh saja yang salah. Sehingga membatasi pikiran pembaca terhadap hal-hal lain yang menyebabkan mengapa suaminya sampai melakukan kekerasan terhadap Manohara.

      Delete
    2. Terimakasih atas partisipasinya saudara Lisa
      Di atas Syifa aulia sudah menyebutkan dan menjelaskan contoh tentang ideologi kapitalisme dan feminisme,

      kami dari kelompok ingin menambahkan dan memberikan
      contoh wacana dengan ideologi demokrasi.
      Ada berita tentang rakyat (dominan) dan Soeharto (non-dominan) ketika itu rakyat memnta pak Harto untuk turun jabatan, mereka melakukan demo. Mengatakan pak Harto sudah terlalu lama untuk menjadi pemimpin, seolah rakyat lah yang benar tidak diperlihatkan, bagaimana perjuangan beliau mengangkat negara ini menjadi sebuah negara yang dipandang tinggi okeh negara lain.

      contoh wacana dengan ideologi komunisme.
      Berita tentang veteran perang (non-dominan) pemerintah (dominan) yang mengatakan para pejuang perang diampung oleh negara baik secara materil maupun ekonomi, tetapi pada kenyataannya masih banyak para pejuang perang yang menangis mencari makan? tidak dipertanyakan apakah pemerintah sudah maksimal melakukan hal tersebut.

      contoh wacana dengan ideologi fasisme.
      Pada zamn perang dunia tokoh Adolf Hilter dan Berito Musolini selalu menekankan bahwa peperangan itu penting dalam tatanan negara untuk membuat negara yang maju dan disegani, faktor perang (dominan) selalu positif dianggap benar, tetapi faktor yang (non-dominan) seperti warga sipil atau korban tidak di kabarkan seberapa menderitanya kah mereka karena peperangan suatu negara.

      Contoh wacana dengan ideologi sosialisme
      Dalam organisasi memiliki ketua serta anggota di bawahnya, ketua tidak dapat menjalankan program sendirian tanpa bantuan dari bawahannya, begitu pula sebaliknya, semua yang ada di dalam organisasi tersebut haruslah saling bantu-membantu, hal inilah yang menjadi fungsi dari ideologi sosialisme itu sendiri karena pada hakikatnya manusia tidaklah dapat hidup sendiri. Contoh yang lain, Seorang Tarzan sekalipun, meski dia hidup sendirian di tengah hutan belantara, dia tetaplah tidak dapat hidup sendiri. Tarzan meminta bantuan kepada makhluk hidup lainnya seperti hewan untuk mencari makan, meskipun hanya Tarzan yang mempunyai akal serta perasaan. Kita dapat menyimpulkan bahwa ideologi sosialisme membangun sebuah keterkaitan manusia dengan manusia lainnya yang tidak dapat berdiri sendiri.

      contoh wacana dengan ideologi liberalisme
      pada sebuah negara yang memiliki paham liberal membebaskan seluruh warganya dalam menjalani hal apapun di kehidupan, seperti seluruh masyarakatnya bebas menganut agama apa saja tanpa ada batasan dari pemerintah maupun pihak manapun.

      Mungkin ini saja yang dapat kami sampaikan sekali lagi kami beterima kasih kepada saudara lisa.

      Delete
    3. Mina Emylia Olfah
      A1B110004

      Saya mencoba memberikan tanggapan atas pertanyaan saudara Lisa, sebelumnya Syifa dan kelompok di atas sudah menjelaskan contoh masing-masing ideologi. Saya ingin berbagi mengenai macam-macam ideologi yang belum disebutkan yaitu Neoliberalisme, Marxisme, dan konservatisme.
      - Pada perkembangannya, ideologi Liberalisme terpecah. Satu lebih mendekati Sosialisme, dan lainnya mendekati kapitalisme (ekonomi). Neoliberalisme adalah pecahan ideologi Liberalisme yang mendekati kapitalisme, sementara yang mendekati sosialisme disebut sebagai New Liberalism (Liberalisme Baru). Neoliberalisme adalah cara pandang kebijakan yang menekankan pada kebutuhan untuk adanya kompetisi pasar yang bebas (free market competition). Liberalisme sekaligus merupakan ideologi (seperangkat gagasan yang terorganisir) dan praktek (seperangkat kebijakan).
      Pemikiran neoliberalisme berdasarkan pada pembebasan usaha "bebas" atau usaha swasta dari ikatan apapun yang diterapkan oleh pemerintah (negara) tak peduli seberapa besar kerusakan sosial yang diakibatkannya. Sebagai contoh, lumpur lapindo di Sidoarjo yang diakibatkan oleh perusahaan lapindo brantas, kita tahu bahwa lapindo brantas adalah milik Aburizal Bakrie orang terkaya se Asia Tenggara, karena paham neoliberal yang membebaskan siapa saja membuka usaha dan kurangnya kontrol pemerintah terhadap hal itu yang menyebabkan bencana lumpur itu terjadi. Dampak dari kebijakan Neoliberal adalah, negara yang tidak memiliki daya saing ekonomi akan tunduk pada pemodal dari negara lain. Kondisi ini kemudian menciptakan ketergantungan dan kemiskinan di negara tanpa daya saing tersebut. Kebijakan neoliberal juga berdampak pada kesejahteraan rakyatnya yang kaya semakin kaya, yang miskin akan semakin miskin

      Delete
    4. Syifa Aulia A1B110041
      Mencoba menambahkan kembali mengenai contoh wacana liberalisme:
      Ketika ada sebuah sebuah wacana mengenai bom bunuh diri. Dalam wacana tersebut para teroris (dominan) sedangkan negara (tidak dominan). Berita tersebut mengatakan dengan adanya aksi teroris bom bunuh diri maka akan mengurangi orang-orang yang korupsi, sehingga menguntungkan bagi negara. Aksi bom bunuh diri merupakan tekanan terhadap negara agar lebih memperhatikan rakyatnya. Mereka beranggapan aksi bom bunuh diri sah-sah saja sebagai kebebasan dalam hidup bernegara. Tanpa memaparkan berapa besar kerugian negara atas aksi bom bunuh diri tersebut?, berapa banyak masyarakat yang kehilangan keluarganya?, berapa banyak masyarakat kehilangan tulang punggung rumahtangga mereka? berapa banyak anak kcil yang tidak tau apa-apa juga ikut terbunuh.
      Nah, pada artikel diatas menurut saya merupakan contoh artikel neoliberalisme karena teroris yang lebih kuat, sehingga wacana di atas mendominasikan teroris dan memarjinalkan pihak negara. Sehingga memberikan efek bahwa aksi bunuh diri sah-sah saja dan tidak masalah. Sehingga membatasi pikiran pembaca terhadap hal-hal lain yang merugikan dari aksi bom bunuh diri tersebut.

      Delete
  2. Rahmi Nike Rosahin
    A1B110035

    Saya ingin bertanya, negara Indonesia adalah negara dengan ideologi Pancasila, lalu apa perbedaan antara ideologi Pancasila dengan ideologi Demokrasi?
    mohon penjelasannya yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Nike atas pertanyaannya :)

      Ideologi pacasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat indonesia. Sedangkan Ideologi Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
      Menurut prinsip ideologi, Demokrasi di bedakan menjadi dua jenis, yaitu:
      Demokrasi Konstitusional (Demokrasi Liberal)
      Demokrasi Rakyat (Demokrasi Proletar)

      Mungkin itu saja jawaban yang bisa kami berikan.

      Delete
    2. Rina Rahmawati
      A1B110002
      Mencoba menanggapi pertanyaan saudara Nike mengenai perbedaan antara ideologi Pancasila dengan ideologi Demokrasi. Ideologi sendiri sudah dijelaskan di atas memiliki arti pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nilai dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi. Ideologi Pancasila berarti cita-cita negara, atau cita-cita yang menjadi dasar bagi suatu sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia yang dijunjung tinggi dan mengandung nilai-nilai pancasila itu sendiri, nilai relegius pada sila pertama, nilai kemanusiaan pada sila kedua, nilai persatuaan bangsa pada sila ketiga, nilai permusyawaratan dan perwakilan pada sila ke empat serta nilai sosial pada sila kelima.
      Sedangkan ideologi demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih dikenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, atau seperti kata kelompok kedaulatan sepenuhnya ada ditangan rakyat.
      Jadi, perbedaan antara ideologi pancasila dengan ideologi demokrasi menurut sayat terdapat pada kandungan nilai dari kedua ideologi tersebut tersebut, dimana ideologi pancasila mencakup lima aspek yang terkandung didalamnya artinya ideologi pancasila akan berjalan dengan sempurna apabila nilai yng tekandung didalam 5 sila tersebut dapat dijalnkan secara penuh, sedangkan ideologi demokrasi berarti ideologi itu akan berjalan dengan baik jika demokrasi sebagaimana yang kita ketahui selama ini berjalan secara benar, demokrasi berarti menjunjung tinggi nilai kerakyatan.
      Terimakasih.

      Delete
    3. Muklis Dwi Putra
      NIM A1B110038

      Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan saudara Nike mengenai perbedaan ideologi pancasila dan ideologi demokrasi. Ideologi pancasila adalah sebuah ideologi yang hanya dianut oleh negara Indonesia saja sedangkan ideologi demokrasi adalah ideologi yang dianut oleh sebagian besar negara di dunia ini.Meskipun negara Indonesia mengaku menggunakan ideologi pancasila, tetapi kenyataannya negara Indonesia menggunakan ideologi demokrasi dan kapitalisme. Jika negara Indonesia benar-benar menerapkan ideologi pancasila, mungkin rakyat Indonesia akan sejahtera. Tetapi karena Indonesia memakai ideologi demokrasi dan kapitalismme, akibatnya kesenjangan sosial di Indonesia semakin meningkat. orang kaya akan semakin kaya, orang miskin akan semakin miskin.
      Mungkin itu saja tanggapan saya, salah dan hilaf saya mohon maaf.
      Terimakasih...

      Delete
  3. Rizky Setiawan
    (A1B110039)

    Maaf saya kurang mengerti ideologi tertutup.
    Contohnya bagaimana ya?

    ReplyDelete
  4. terima kasih dengan pertanyaan saudara Rizky,,

    Ideologi tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafatyang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial yang ditetapkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan kembali, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang harus di patuhi.
    menurut kami contoh ideologi tertutup itu sebagai berikut.
    1. Ideologi Fasisme adalah sebuah paham politik yang mengagungkan kekuasaan tanpa demokrasi. Ciri-ciri Ideologi Fasisme diantaranya yaitu :
    a) Tidak percaya adanya tuhan
    b) Tidak ada hak asasi manusia
    c) Menentang hukum dan ketertiban internasional.

    2. Ideologi Komunis adalah penerapan ajaran sosial radikal marxismeleninisme Pokok-pokok ajaran ideologi komunis adalah sebagai berikut:
    a) Tidak mempercayai adanya tuhan,
    b) Menyanggah persamaan manusia dan tidak terdapat pengakuan terhadap hak asasi manusia,
    c) Legalitas tidak kekerasan,
    d) Sistem perekonomian yg sentralistik,
    e) Kekuasaan di pegang oleh satu golongan.

    3. Ideologi Agama Adalah ideologi yang bersumber pada falfasah agama yang terkandung dalam kitab suci suatu agama. Ciri-ciri Ideologi Agama antara lain :
    a) Urusan negara dan pemerintahan dilaksanakan berdasarkan hukum agama,
    b) Hanya ada satu agama resmi dalam suatu negara,
    c) Negara berlandaskan agama.

    ReplyDelete
  5. Terma Kasih buat teman-teman yang sudah berpartisipasi memberikan tanggapan dan pertanyaan. Sesi pertanyaan kami tutup.

    ReplyDelete